Ciamis – Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Galuh, Dr. Hj. Kiki Endah, S.Sos., M.Si., mendorong pengembangan inovasi digital dalam pengelolaan desa wisata sebagai langkah strategis menghadapi era transformasi teknologi. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa dan meningkatkan daya saing sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Salah satu desa yang menjadi fokus pendampingan adalah Desa Wisata Sukasetia di Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, yang kini tengah berproses menuju penerapan konsep Smart Tourism Village.

Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Galuh berkolaborasi dengan pemerintah desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengembangkan model pengelolaan wisata berbasis digital. Langkah ini meliputi penyusunan sistem informasi wisata, promosi digital melalui media sosial, serta pengembangan AI Tourism Assistant Framework, yakni rancangan sistem berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu wisatawan mendapatkan informasi secara cepat dan interaktif. Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang memperkuat citra dan keberlanjutan desa wisata.
Dr. Hj. Kiki Endah menegaskan bahwa penerapan teknologi dalam pengelolaan desa wisata bukan hanya sekadar modernisasi, tetapi juga strategi pemberdayaan masyarakat. “Digitalisasi harus menjadi alat untuk memperkuat peran masyarakat dalam mengelola potensi desa. Melalui pendekatan kolaboratif antara kampus dan desa, kita ingin memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan benar-benar relevan dengan kebutuhan lokal,” ungkapnya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori pemerintahan dengan praktik di lapangan.
Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Sukasetia yang mulai memahami pentingnya promosi digital dan pengelolaan data wisata secara profesional. Melalui pendampingan dari dosen dan mahasiswa, masyarakat mendapatkan pelatihan mengenai literasi digital, dokumentasi potensi wisata, serta pengemasan konten promosi yang menarik. Dengan langkah ini, Desa Sukasetia diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Ciamis dalam mengimplementasikan inovasi digital yang berkelanjutan.
Ke depan, Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Galuh berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan desa-desa wisata lainnya di wilayah Priangan Timur. Melalui pendekatan akademik dan teknologi, universitas berperan aktif dalam mendorong penguatan kapasitas pemerintahan desa dan pengelolaan pariwisata berbasis digital. Inovasi ini menjadi bagian dari visi Universitas Galuh dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui sinergi antara pendidikan tinggi, pemerintahan, dan masyarakat. (**)

